Langkah-Langkah (Sintaks) Picture Word Inductive Model (PWIM)

untuk Guru dan Mahasiswa Calon Guru

Thursday, May 9, 2013

Langkah-Langkah (Sintaks) Picture Word Inductive Model (PWIM)

Pada tulisan sebelumnya tentang Model Pembelajaran Induktif Gambar Kata (Picture Word Inductive Model) di blog Penelitian Tindakan Kelas dan Model-Model Pembelajaran telas diulas secara singkat tentang Mengenal Picture Word Inductive Model (PWIM) ini. Selanjutnya, pada posting kali ini, kami akan menyuguhkan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran Picture Word Inductive Model ini. Ini barangkali akan bermanfaat bagi guru-guru yang ingin mencobakan model pembelajaran untuk mengajar bahasa ini.

Sebagaimana kita ketahui, bagi kebanyakan siswa kelas rendah (TK hingga Kelas 2 SD) yang merupakan pembaca dan penulis pemula, Picture Word Inductive Model yang dikembangkan oleh Calhoun pada tahun 1998 merupakan kegiatan yang dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan. Siswa akan menikmati saat-saat mereka menemukan obyek-obyek atau tindakan-tindakan yang terdapat di dalam gambar (carta berupa gambar), melihat kata-kata dan kalimat-kalimat yang mereka buat terekspresikan di dalam carta, mengelompokkan kata-kata dan kalimat-kalimat, dan menemukan konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi penting dalam keterampilan berbahasa. Model Pembelajaran Induktif Gambar Kata atau PWIM (Picture Word Inductive Model) ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena merupakan salah satu model pembelajaran berbasis inkuiri.

Nah, selanjutnya ingin tahu bagaimana sebenarnya langkah-langkah pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran induktif gambar kata (Picture Word Inductive Model) ini. Berikut ini diberikan urutan langkah-langkah (sintaks) mengajar menggunakan model pembelajaran ini.

Langkah-Langkah (Sintaks) Picture Word Inductive Model

1. Pilihlah sebuah gambar

Untuk pemilihan gambar, harus diperhatikan gambar yang dipilih adalah gambar yang akrab (familiar) dengan siswa anda. Gambar dapat berupa foto, lukisan, kartun, atau apa saja, yang penting mempunyai makna bagi siswa. Sebaiknya pula gambar memiliki tema tertentu yang disesuaikan dengan kurikulum yang ada. Gambar berukuran cukup besar (carta) sehingga dapat dilihat oleh seluruh siswa di dalam kelas anda.

2. Identifikasi bagian-bagian gambar.

Dalam kegiatan pembelajaran, mintalah siswa mengidentifikasi apa yang yang dapat mereka lihat dari gambar yang dipajang di papan tulis. Minta mereka memperhatikan dengan seksama setiap detail gambar, baik berupa obyek, kejadian, situasi, maupun tindakan-tindakan. Beri waktu beberapa menit bagi mereka untuk berpikir dan mengidentifikasi bagian-bagian gambar tersebut.

3. Beri label (kata)

Beri label pada bagian-bagian gambar yang telah diidentifikasi . (Guru dapat menggambar garis dari wilayah atau obyek yang telah diidentifikasi, menyebutkan nama (kata) , tuliskan kata tersebut, minta siswa mengeja kata tersebut, kemudian minta mereka mengdari obyek, kejadian, situasi, atau tindakan, lalu mengucapkannya dengan lantang).
Contoh Gambar yang digunakan dalam Picture Word Inductive Model (PWIM) dan telah diberi beberapa label atau kosa kata oleh siswa
Contoh Gambar yang digunakan dalam Picture Word Inductive Model (PWIM) dan telah diberi beberapa label atau kosa kata oleh siswa

4. Baca dan revieu

Berikutnya bacalah dan kemudian revieu carta gambar kata yang telah terbentuk secara lantang sehingga memungkinkan setiap siswa di kelas dapat mendengarnya dengan baik.

5. Siswa membaca kata

Setelah guru memodelkan bagaimana mengucapkan kata-kata dan merevieu dengan suara lantang, mintalah siswa untuk membaca kata-kata (gunakan garis-garis pada carta bila diperlukan sebagai penunjuk kata yang anda maksudkan). Berikutnya siswa juga dapat mengklasifikasikan kata-kata ke dalam berbagai macam kelompok. Lalu meminta mereka untuk mengidentifikasi kesamaan konsep (misalnya, konsonan awal kata, rima kata) untuk penegasan kepada seluruh siswa.

6. Baca dan revieu sekali lagi

Baca dan revieu lagi carta gambar kata seperti langkah sebelumnya (sebutkan kata-katanya, eja, lalu katakan sekali lagi) dengan suara yang lantang sehingga seluruh siswa di kelas dapat mendengar dengan baik.

7. Tambahkan kata

Guru dapat kemudian mambahkan kata-kata, bila tidak ditemukan oleh siswa dan dirasa perlu atau diinginkan guru untuk dimasukkan pada carta gambar kata dan bank kosa kata siswa. Hal ini seringkali tidak diperlukan apabila siswa telah terlatih menjadi pengamat carta gambar yang baik.

8. Beri judul carta gambar

Langkah penting berikutnya adalah memberikan bimbingan kepada siswa untuk menciptakan judul yang sesuai bagi carta gambar kata. Berikan kesempatan untuk mencurahkan gagasan sebanyak-banyaknya kepada siswa, sehingga mungkin akan diperoleh beberapa judul yang bagus. Minta mereka untuk merundingkan mana judul yang akan dipakai.

9. Jadikan kalimat

Selanjutnya minta siswa berpikir tentang informasi pada carta dan apa yang ingin mereka katakan tentangnya. Bimbing siswa membuat kalimat-kalimat berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut. Tuliskan satu per satu di papan tulis.

10. Klasifikasikan kalimat dan buat paragraf

Guru, pada kegiatan berikutnya meminta siswa mengklasifikasikan jenis kalimat. Bagian ini mungkin sedikit agak sulit, karena itu guru dapat memberi contoh dan noncontoh. Kemudian guru juga memodelkan bagaimana cara menempatkan kalimat-kalimat sehingga dapat menjadi sebuah paragraf yang utuh. Tuliskan paragraf itu di papan tulis.

11. Baca dan revieu sekali lagi

Baca dan revieu kalimat-kalimat dan paragraf yang dibuat oleh siswa tadi. Berikan umpan balik pada hasil belajar kelas bahasa. Jangan pelit memberikan pujian dan respon positif untuk mendorong perilaku positif dalam belajar keterampilan berbahasa mereka.

Demikian Langkah-Langkah Pelaksanaan (Sintaks) Picture Word Inductive Model (Model Pembelajaran Induktif Gambar Kata) dari blog PTK (Penelitian Tindakan Kelas), semoga bermanfaat.
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...